Juventus Butuh Kepala Dingin No ratings yet.

By | March 4, 2019

Kemenangan harus dicapai Juventus saat melawan Atletico Madrid di pertandingan leg ke-2 set 16 besar Liga Champions. Untuk mencapai hasil yang optimal, Massimiliano Allegri sebagai pelatih minta anak asuhannya untuk bermain dengan kepala dingin. Seperti yang didapati, Juventus menanggung derita kekalahan saat melawat ke markas Atletico Madrid pada leg pertama dengan score 2-0.

Automatis, bila ingin maju ke set selanjutnya, Bianconeri harus cetak minimum tiga gol ke gawang Los Rojiblancos pada pertemuan selanjutnya. Untungnya, tampilan Juventus saat kekalahan tidak tunjukkan penurunan. Dua laga yang dijalani Cristiano Ronaldo dkk di arena Serie A, yaitu menantang Bologna serta Napoli, semua selesai dengan kemenangan.Satu pertandingan Serie A kembali, lantas Juventus kembali melawan Atletico Madrid. Laga itu akan berjalan pada minggu kedepan. Akan tetapi Allegri telah temukan satu langkah untuk timnya supaya bisa mencetak kemenangan: Yaitu bermain dengan kepala dingin.

“Kami perlu kesabaran yang banyak sekali, kepala dingin dan konsentrasi ke permainan, karena kami bisa jadi selesai tiada gol sampai menit ke-70. Itu berarti kami belumlah tereliminasi,” papar Allegri selesai pertandingan kontra Napoli pada Sky Sport Italia. Dalam keadaan ketinggalan, ditambah bukti jika mereka tidak berhasil cetak gol dalam tiga pertemuan paling akhir menantang Atletico, Juventus juga dalam keadaan tertekan. Tapi Allegri mengharap beberapa pemainnya dapat tampil lebih santai. “Terpenting untuk kami untuk menghilangkan desakan ini, karena ini ialah laga sepak bola, serta itu mesti dimainkan. Kami mesti lebih santai serta manfaatkan peluang kami,” pungkasnya.

Dengan kemenangan itu, tempat Juventus juga semakin nyaman di puncak klassemen dengan kelebihan 16 point atas Napoli. Bianconeri sekarang makin mendekati titel Scudetto ke-8 kalinya beruntun. Meski begitu, Allegri ogah turunkan level kewaspadaannya. Karena menurut eks pelatih AC Milan itu, semua masih tetap dapat berlangsung sebelum Juventus dikatakan menjadi pemenang dengan hitung-hitungan. “Alaminya, dengan keuntungan 16 point dan unggul dalam rekor head-to-head, kami pimpin dengan baik, akan tetapi belumlah ada yang dapat disebutkan sampai kami betul-betul aman dengan matematis,” pungkasnya. Di akhir minggu kedepan, Juventus akan meneruskan debutnya di Serie A dengan Udinese menjadi rivalnya. Laga itu akan diselenggarakan di markas kebanggaan Bianconeri, yaitu Juventus Fase.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *